Content Creator vs Influencer, Apa bedanya?

Berkembangnya teknologi informasi mendorong peningkatan aktivitas pada industri kreatif. Melalui kegiatan industri kreatif, seseorang yang mampu memanfaatkan kreativitas, keterampilan dan bakat, akan menciptakan karya yang nantinya dapat menjadi sumber pendapatan dan pekerjaan. Content creator dan Influencer merupakan 2 dari beragam pekerjaan pada industri kreatif yang banyak ditekuni oleh masyarakat dunia. 

Tentu, kita sering melihat para influencer melakukan endorse atau mempromosikan produk suatu bisnis. Nah, hal tersebut adalah salah satu cara pemasaran digital atau yang biasa disebut dengan strategi marketing KOL (Key Opinion Leader). Ternyata, influencer dan content merupakan 2 pekerjaan yang berbeda loh! Yuk, kita ulas satu persatu!

Influencer

Influencer adalah seseorang yang memiliki kemampuan untuk mempengaruhi orang lain, biasanya seorang influencer memiliki gaya hidup yang sama atau berhubungan dengan audiens sehingga membuat orang ingin menjadi seperti mereka atau memercayai gaya mereka. Seorang influencer, perlu membangun personal branding dirinya secara mandiri agar dikenal banyak orang. Dewasa ini, media sosial menjadi pilihan untuk membangun personal branding karena banyaknya pengguna aktif media sosial, seperti TikTok, Instagram, Facebook, Twitter, dll. 

Dalam aktivitas digital marketing, influencer mampu mempengaruhi preferensi produk, keputusan pembelian, dan loyalitas audiens karena ketenaran atau pengaruh mereka. Perlu Anda ingat, pemasaran melalui influencer tidak dapat digunakan sebagai alat penjualan yang langsung menghasilkan konversi, namun lebih pada alat untuk membangun hubungan baik dengan pelanggan, yang nantinya dapat mendatangkan traffic, leads dan bahkan conversion. Menurut influencermarketinghub, terdapat 3 tipe influencer, yuk simak!

1. Mega Influencer

Mega influencer adalah orang-orang yang memiliki lebih dari 1 juta pengikut di jejaring sosial mereka. Banyak selebriti, bintang film, olahragawan, musisi, dan model menjadi mega influencer. Namun, beberapa mega-influencer memperoleh banyak pengikut melalui aktivitas online dan sosial mereka. Semakin banyak pengikut, maka semakin tinggi pula biaya untuk bekerja sama dengan influencer tersebut. 

2. Makro Influencer

Tipe ini merupakan influencer dengan jumlah pengikut di bawah mega influencer, Anda dapat disebut sebagai makro influencer ketika memiliki 40.000 sampai 1 juta pengikut di media sosial. Makro-influencer umumnya memiliki profil tinggi dan sangat baik dalam meningkatkan brand awareness merek Anda. Selebriti yang baru naik daun dan orang-orang ahli yang aktif bermedia sosial biasanya menjadi makro influencer. 

3. Mikro Influencer

Mikro-influencer adalah orang biasa yang telah dikenal karena pengetahuan mereka mengenai bidang/topik khusus. Mereka biasanya mendapatkan pengikut media sosial yang cukup besar yakni 1000 hingga 40.0000 pengikut. Bukan hanya jumlah pengikut yang menunjukkan tingkat pengaruh, namun hubungan dan interaksi yang dimiliki mikro-influencer dengan pengikutnya juga menjadi nilai plus seorang influencer.

4. Nano Influencer

Seorang nano influencer biasanya memiliki kurang dari 1000 pengikut, tetapi Ia merupakan ahli pada bidangnya. Namun, bagi sebagian besar perusahaan, nano-influencer mungkin tidak memiliki pengaruh yang cukup besar. Mereka mungkin murah dan membawa pengaruh luar biasa dengan sejumlah kecil orang, tetapi di sebagian besar bidang, Anda perlu bekerja dengan ratusan nano-influencer untuk menjangkau khalayak luas. Jika produk atau layanan Anda memiliki segmentasi pelanggan yang luas, nano influencer dapat menjadi pilihan marketing Anda.

Selesai sudah kita membahas influencer, sekarang saatnya kita membahas mengenai content creator!

Content Creator 

Content Creator adalah orang yang memproduksi suatu karya dan memperoleh ketenaran karenanya. Seorang content creator bertanggung jawab untuk menyediakan informasi dan materi di seluruh platform atau saluran apa pun. Mereka biasanya menargetkan pengguna/audiens tertentu. Pembuat konten dapat berkontribusi dalam format apa pun: blog, berita, gambar, video, audio, email, pembaruan sosial, dan konten terkait lainnya. Istilah kreator juga sering dikaitkan dengan platform media sosial yang mereka gunakan. Contohnya seperti Youtuber, TikToker, dll. 

Content creator menghasilkan konten berkualitas tinggi, seringkali karena pengetahuan dan keahlian mereka yang luas dalam industri mereka. Kualitas pekerjaan mereka tidak dapat ditandingi oleh para influencer, meskipun beberapa influencer telah meningkatkan konten mereka. Pembuat konten menggunakan blog, gambar, video, dan konten terkait lainnya untuk memberikan campuran informasi dan hiburan kepada audiens mereka. Dalam aktivitas digital marketing, seorang content creator biasanya membantu untuk membuat content marketing berupa artikel, konten media sosial, konten email marketing, dll. 

Kedua pekerjaan industri kreatif ini tentu berhubungan dan tidak dapat dipisahkan dalam aktivitas digital marketing, nah apakah Anda tertarik untuk menjadi Influencer atau content creator?

Credit Pexels.com

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top